Tetap Bugar Meski Puasa

Tak ada alasan untuk malas berolahraga di bulan puasa. Nabi Muhammad SAW tetap rajin berbisnis dan berdakwah di bulan puasa, di jazirah Arab yang sangat panas. Bagaimana dengan Anda?

Jangan takut lemas menjalankan ibadah puasa karena tetap berolahraga. Dr. Phaidon Lumban Toruan, manajer klub Fitness Point Roxy Square Jakarta sekaligus konsultan kebugaran membagi kiat untuk tetap bugar di bulan puasa.

Lakukan aerobik menjelang berbuka selama 20-30 menit di minggu pertama puasa.

Segera batalkan puasa dengan air putih pada saat azan berkumandang.

Usahakan jangan minum atau makan kudapan manis terlebih dulu karena akan membebani sistem endokrin tubuh. Gula sederhana dalam minuman dan makanan kecil dapat menyebabkan kadar gula mendadak tinggi.

Sebagai gantinya makanlah karbohidrat kompleks seperti kurma dan madu. Jenis makanan ini tidak menyebabkan peninggian kadar gula menaddak.

Lakukan latihan beban sesudah buka puasa. Ini karena sistem energi tubuh saat latihan beban lebih memakai glikogen otot sebagai energi. Lakukan latihan beban dalam kerangka waktu 20-30 menit di minggu pertama puasa.

Supaya bisa olahraga dengan baik di sore hari, menu sahur harus sehat. Prinsip makanan sehat adalah mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Pilih karbohidrat kompleks seperti ubi, nasi merah, roti gandum, buburkacang hijau, dengan gula merah, jangan dengan gula pasir.

Bila tak sempat menyiapkan makan sahur, minum susu rendah lemak yang tinggi kalisum dan protein. Jenis susu ini membantu memberi gizi lengkap untuk tubuh meski dalam jumlah sedikit.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan:

Penderita penyakit berat seperti hipertensi, jantung, diabetes, stroke sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter yang berkompeten di bidangnya sebelum memutuskan berpuasa. Apalagi bila ingin olahraga di bulan puasa.

Khusus untuk penderita diabetes, jangan terlalu memaksakan diri berolahraga. Jika tiba-tiba merasa pusing, karena gula darah turun, segera minum air gula untuk mencegah hipoglikemia.

Jaga agar intensitas latihan tidak terlalu tinggi. Ingat, tujuan olahraga di bulan puasa adalah menjaga kesehatan, bukan untuk memecahkan rekor.
(idionline/NeT)