Ramuan pertama yaitu bidara upas (Merremia mammosa), berdasarkan data yang kami temukan, bidara upas dapat digunakan untuk mengobati luka bakar ataupun luka akibat gigitan ular. Caranya dengan meletakkan irisan tipis umbi bidara upas di atas luka tersebut.

Ramuan kedua yaitu tapak dara (Catharanthus roseus), digunakan dengan resep berikut ini : ambil beberapa helai daun tapak dara dan setengah genggam beras, direndam dengan air, kemudian ditumbuk bersama-sama hingga halus. Digunakan dengan cara ditempelkan pada luka bakar.

Ramuan ketiga adalah tempuyung (Sonchus arvensis), digunakan dengan cara menggiling halus herba segar (seluruh bagian tanaman) lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan airnya digunakan untuk mengkompres luka bakar.

Ramuan keempat adalah lidah buaya (Aloe vera), diambil daunnya, dicuci bersih lalu ambil bagian dalamnya, kemudian ditempelkan pada bagian yang terluka. Lidah buaya ini sifatnya mendinginkan luka bakar dan getahnya mampu menghilangkan bekas luka yang ringan.

Ramuan kelima adalah daun sirih, caranya dengan mengambil beberapa helai daun sirih secukupnya dan dicuci bersih. Peras airnya kemudian tambahkan sedikit madu. Bubuhkan campuran ini ke tempat luka bakar.

Ramuan terakhir adalah daun pisang. Daun pisang dinyatakan bisa digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara mengoleskan abu daun pisang yang dicampur dengan minyak kelapa. Campuran ini bersifat mendinginkan kulit.

sumber : mediasehat